Minggu, 12 Juni 2016

Pengaruh Kegiatan Usaha Pertambangan Terhadap Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia - Studi Kasus: Kabupaten Kutai Timur

Sektor pertambangan merupakan salah satu sektor yang mendukung keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional dan pembangunan di daerah. Pelaksanaannya adalah melalui transformasi potensi sumberdaya mineral menjadi modal riil ekonomi dan seterusnya menjadi modal sosial untuk mencapai masyarakat yang sejahtera. Namun pembangunan yang berbasiskan pemanfaatan sumberdaya mineral tidak dapat dilaksanakan secara terus-menerus karena sifat dari sumberdaya mineral yang tidak terbarukan. Salah satu aspek yang perlu dikembangkan dalam pembangunan yang berbasiskan sumberdaya mineral adalah aspek pembangunan manusia yang diukur dari Indeks Pembangunan Manusia. Selanjutnya dalam makalah ini akan dievaluasi hubungan permbangunan berbasiskan industri pertambangan dengan perubahan indeks pembangunan manusia di daerah. Sebagai studi kasus akan dievaluasi perkembangan aspek pembangunan manusia di Kabupaten Kutai Timur yang aktivitas ekonominya didorong oleh produksi batubara PT Kaltim Prima Coal.

Hasil Kajian lengkap dapat dibaca di Case study PT Kaltim Prima Coal

Evaluasi Pelaksanaan Program Pengembangan Masyarakat dengan Indikator Terukur Case Study PT Arutmin Indonesia

Tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility, CSR) merupakan sebuah kewajiban dasar yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk menjaga relasi antara perusahaan dan pemangku kepentingannya, termasuk komunitas yang ada di sekitar wilayah operasional perusahaan. Pelaksanaan CSR juga berperan dalam menjaga keberlanjutan aktivitas perusahaan dalam jangka panjang. Salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan adalah keterlibatan perusahaan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat (community development, CD) itu sendiri, menurut ISO 26000 tentang Sustainability Responsible, merupakan salah satu dari tujuh isu utama di dalamnnya, yaitu hak asasi manusia (HAM), lingkungan, tata kelola organisasi, operasi perusahaan, konsumen, dan ketenagakerjaan.

Hasil Kajian lengkap dapat dibaca Case Study PT Arutmin Indonesia

EVALUASI PELAKSANAAN COMMUNITY DEVELOPMENT SEBAGAI PENUNJANG PENCAPAIAN PERINGKAT HIJAU PROPER

Community development (CD) sebagai bagian dari subyek inti corporate social responsibility (CSR) merupakan implementasi tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dimana perusahaan tersebut beroperasi. Regulasi yang mengatur mengenai pelaksanaan CD tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 05 tahun 2011 tentang program penilaian peringkat kerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup (PROPER). Peraturan tersebut menjelaskan kriteria peringkat kinerja, dimana peringkat hijau diperuntukkan bagi perusahaan yang sudah memenuhi kriteria lebih dari yang disyaratkan (beyond compliance) dan salah satu aspek penunjangnya adalah pelaksanaan CD. Penelitian ini melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan CD untuk mendapatkan metodologi dalam pelaksanaan CD yang terintegrasi dengan persyaratan di dalam regulasi.

Sumber data yang digunakan adalah dokumen eksisting pelaksanaan CD di Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) dan data primer berupa hasil wawancara mendalam kepada stakeholder terkait. Metode yang digunakan untuk menilai efisiensi program menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA). Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan pelaksanaan CD di JOB PPEJ belum mampu memenuhi sekitar 80% kriteria penilaian dalam pencapaian peringkat hijau dalam PROPER. Sementara itu perhitungan efisiensi melalui DEA, meskipun bidang ekonomi, kesehatan dan lingkungan menunjukkan nilai yang efisien, tetapi secara keseluruhan program masih belum efisien. Penyebab dari hal tersebut diantaranya adalah adanya perbedaan pemahaman mendasar dari sisi perusahaan dan dari sisi masyarakat mengenai efisiensi itu sendiri yang dalam hal ini ditunjukkan oleh variabel input dan output, terutama pada program bidang ekonomi, pendidikan dan infrastruktur yang secara perhitungan menunjukkan nilai yang tidak efisien. Perbedaan target dan prioritas program dari kedua belah pihak menyebabkan adanya gap tersebut. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa belum adanya pemahaman bersama antar stakeholder mengakibatkan SDM yang ada belum siap melaksanakan program CD sebagaimana kriteria yang ditetapkan dalam regulasi.

Sabtu, 11 Juni 2016

Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sumber Daya Pangan di Sekitar Wilayah Operasional PT. Pertamina Asset 3 Subang Field

Wilayah sekitar operasional perusahaan sering ditemukan permasalahan ketidakberdayaan yang berpotensi terjadinya kesenjangan dengan perkembangan perusahaan. Di sinilah perusahaan melalui program CSR dituntut untuk berkontribusi mengatasi kesenjangan sehingga potensi konflik dapat dikelola dengan tepat. Tujuan program pendampingan adalah: merancang pengembangan masyarakat yang secara partisipatif efektif memobilisasi sumber daya lokal, mendorong kemandirian masyarakat melalui usaha-usaha produktif, dan mengembangkan model pelembagaan pengembangan kemandirian masyarakat. Pendekatan pelaksanaan pendampingan dilakukan dengan partisipatif menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Lokasi program berada di Kabupaten Subang dan Karawang. Program pendampingan telah dilakukan terhadap empat kelompok sasaran, yaitu: kelompok jamur terpadu (10 orang), kelompok ternak domba (25 orang), kelompok rumah pangan lestari (35 orang), dan kelompok usaha PKBM (66 orang). Program pemberdayaan masyarakat telah menghasilkan inovasi, sebagai berikut: (1) Pengembangan usaha jamur kelompok dengan sistem zero waste, kelompok telah memanfaatkan jerami untuk media tanam jamur; (2) Pengolahan berbagai jenis makanan berbahan dasar jamur, berupa mie jamur dan roti jamur; (3) Pemanfaatan kotoran domba menjadi pupuk organik; (4) Pemanfaatan jerami untuk pakan ternak; (5) Desain kandang inovatif untuk meminimalkan bau kotoran ternak, pencemaran lingkungan, dan mudah dibersihkan; dan (6) Integrasi pendidikan non formal (keaksaraan dan kesetaraan) dengan pendidikan kewirausahaan. Kesimpulan: berdasarkan aspek kemandirian, partisipasi dan jaringan kerja pada kelompokkelompok sasaran, maka kelompok usaha terasi PKBM Assolahiyah merupakan kelompok terpesat perkembangannya, sedangkan kelompok sasaran yang masih sangat terbatas perkembangannya adalah kelompok rumah pangan; dan pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan secara partisipatif melalui pendampingan terbukti efektif mendorong lahir dan berkembangnya inovasi-inovasi, dan praktek-praktek baru yang dihasilkan masyarakat.

Hasil kajian lengkap dapat dibaca di Case study PT. Pertamina Asset 3 Subang Field

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Community Development Program Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) PT. Holcim Indonesia Tbk Pabrik Cilacap

Pendekatan terbaru yang berkembang dalam mengkaji kehidupan perusahaan adalah bahwa perusahaan pada saat ini tidak hanya berorientasi pada pencarian keuntungan (profit) semata, akan tetapi mulai berpikir bagaimana perusahaan berkontribusi terhadap keseimbangan alam (planet) dan kesejahteraan masyarakat (people). PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant adalah perusahaan yang bergerak dalam produksi semen yang mempunyai kecenderungan memberikan polusi udara dan suara yang dapat merugikan masyarakat sekitar perusahaan. Dengan metode kualitatif penelitian ini bermaksud untuk mencari bagaimanakah implementasi strategi pengelolaan CSR dengan program Posdaya yang telah dilakukan oleh PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant dalam rangka memberdayakan masyarakat yang berada disekitar perusahaan tersebut. Metode pengumpulan data berupa FGD dan dokumentasi yang selanjutnya akan diolah dengan analisis interaktif Miles dan Huberman. Sedangkan untuk validitas penelitian, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT Holcim berkonsentrasi pada pemberdayaan masyarakat berbasis 4 pilar, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lingkungan. Untuk tahapan dalam pelaksanaan Posdaya dilakukan dengan 2 tahapan, yakni analisa kebutuhan dan dilanjutkan sosialisasi kepada masyarakat yang akan menjadi subjek pelaksana Posdaya. Dalam melaksanakan kegiatan Posdaya tersebut dijalankan dengan kegiatan CSR, serta menjalin hubungan dengan komunitas, pemerintah dan LSM, berpusat pada community relation department. PT Holcim.

Hasil Kajian lengkap dapat dibaca di Case study PT. Holcim Indonesia Tbk Pabrik Cilacap

Jumat, 10 Juni 2016

IMPLEMENTASI TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN MELALUI COMMUNITY DEVELOPMENT (Studi Evaluasi Program Sunter Nusa Dua (SNDP) PT Astra International Tbk)

Tesis ini bertujuan untuk mengevaluasi program CSR (Corporate Social Responsibility) yang sedang dilakukan oleh PT Astra International Tbk. (Astra), terutama dalam mewujudkan program-progam pemberdayaan masyarakat lokal di sekitar lingkungan Astra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dengan cara melakukan wawancara mendalam dengan key informan dan untuk pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei. Pada penelitian ini menggunakan metode evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) yang bertujuan untuk menilai program comdev yang dilakuan Astra secara komprehensif, mulai dari strategi program, input program, proses program sampai kepada produk program (output). Hasil penelitian ini adalah berupa rekomendasi untuk program SNDP, dan diharapkan dapat meningkatkan efektifitas serta penerimaan program bagi penerima program (beneficiaries).

hasil Kajian lengkap dapat dibaca Ca Case Study PT Astra International Tbk)

Rabu, 08 Juni 2016

IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) SEBAGAI MODAL SOSIAL PADA PT PERTAMINA EP REGION KTI FIELD BUNYU

PT Pertamina EP Region KTI Field Bunyu adalah salah satu perusahaan yang telah menerapkan CSR sebagai modal sosial untuk keamanan dan kelancaran operasi migas melalui simpati dan kepercayaan masyarakat sekitar. Program CSR yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Region KTI Field Bunyu diharapkan meminimalkan kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat. Seperti yang kita ketahui kesenjangan sosial dapat menyebabkan konflik sosial, serta ketidak perhatian perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan juga dapat menyebabkan konflik sosial. 

Sementara apabila terjadi konflik antara perusahaan dengan masyarakat, maka akan terjadi kerugian yang amat besar, bukan hanya bagi perusahaan, namun juga bagi masyarakat maupun bagi Negara. Sebagai warga dunia usaha yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat, PT Pertamina EP Region KTI Field Bunyu secara konsisten terus berupaya untuk maju sekaligus memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan sekitarnya, terutama untuk menghindari isu-isu maupun sentiment negative dari masyarakat yang terkait dengan dampak negatif yang timbul dari akibat operasional perusahaan.

Hasil kajian lengkap dapat dibaca PT PERTAMINA EP REGION KTI FIELD BUNYU